Showing posts with label nikmat sakit. Show all posts
Showing posts with label nikmat sakit. Show all posts

Monday, August 10, 2020

Nikmati Sakit itu karena dosa?

Sesal adalah beban rasa yang bisa seterusnya terbawa. 

Taubat adalah Permohonan ampunan , pemaafan dari Tuhan karena menerima dengan puas akibat yang terjadi dan ikhlas untuk bertekad tidak mengulanginya kembali. 
Jadi sakit itu bisa menjadikan nikmat ketika pertama kali yang dilakukan adalah bertaubat dan bukan memperdalam penyesalan.  Boleh menyesal tapi cukup sekali,  jangan diingat kembali dan lupakanlah saja biarkan rasa itu pergi. 

Mengolah cara merasakan sakit dengan bertadabbur atas nikmat yang lain yang masih lebih besar dibandingkan rasa sakit yang kita rasakan,  jadi cara berpikir awalnya adalah membandingkan sakit yang dirasakan dengan nikmat yang masih diperoleh sekarang ini dan meyakini bahwa sakit itu adalah penetralisir dosa atau bahkan penggugur dosa yang telah lalu dengan cara bertaubat. Karena saking sayangnya Tuhan kepada kita, maka memberikan cobaan dengan sedikit rasa sakit. Sesungguhnya pertolongan Allah itu sangat dekat, Katakanlah, "Harta apa saja yang kamu infakkan, hendaknya diperuntukkan bagi kedua orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin, dan orang yang dalam perjalanan." Dan kebaikan apa saja yang kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui. Dan aku tidak tahu, boleh jadi hal itu cobaan bagi kamu dan kesenangan sampai waktu yang ditentukan. Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar,(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata "Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un" (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali).
Dan jangan kita kira bahwa orang yang tidak sakit itu tidak banyak dosanya,  justru bisa menjadi istidraj dan melebihi dosanya dari yang sakit,  tsumma na'udzubillaHi mingdzaalik. 
Selanjutnya... Bersabarlah...  Pasti akan ada kelanjutannya... 

Penyakit adalah musibah?

Semua orang menganggap seseorang yang sakit adalah terkena musibah dan cobaan. 
Ya bisa begitulah umumnya. Namun tahukah kita bahwa sesungguhnya sakit itu bisa menjadikan sebuah nikmat bagi si penderitanya?  Ya kalau dia disakiti seseorang,  tentu saja juga sebuah kenikmatan tersendiri bagi yang sengaja berbuat menyakitinya,  karena iri dan dengki. 

Baiklah disini kita belajar bagaimana caranya mengolah rasa sakit menjadikannya sebuah nikmat tersendiri.  Minimal kita mulai dengan penyakit ringan  seperti gatal-gatal dan kurap, bahkan exim.  Kalau sudah berhasil nanti bisa dipakai untuk penyakit yang lebih berat,  na'udzubillaHimingdzaalik. 
Begini,  kita belajar untuk mengingat masa lalu,  masa sekarang dan apa nanti tujuan ke depan.  Ini penting kita ingat. 
Teorinya begini,  seperti orang menabung yang tak pernah diambil 💰uangnya.  Sekarang pasti uangnya bertambah bukan? Dan nanti mau dipakai untuk apa?  Itu adalah masa depan.  

Kembali ke bab sakit. Kita tahu bahwa semua sakit juga ada penyebabnya dan juga ada obatnya,  ini cara berpikir yang harus kita sepakati. Ketika kita sakit gatal² misal sebab pertama kurang jaga kebersihan kaki,  sepatu dan kaos kaki. Kemudian muncul yang namanya kutu air,  tidak segera diobati menjadi sebab kedua,  lalu menjadi kurap dan exim.  Nah dari sini kita belajar tentang pentingnya kebersihan diri. 
Jika kita mengingati masa lalu yang pernah melakukan perbuatan kotor,  pasti akan ada akibatnya.  Untuk menjadikan sebagai cobaan dan bukan sebagai musibah bagi kita,  yang pertama kali diterbitkan adalah jangan menyesal,  karena itu telah terjadi dan itu murni dari kita yang sengaja karena kurangnya kesadaran diri ataupun ketidaktahuan. Justru yang perlu dimunculkan adalah perasaan pengikhlasan atau penerimaan dengan mengiyakannya karena sebab yang telah kita ingati sebelumya,  jadi sekali lagi jangan sesali tapi segera bertaubat,  memohon ampunan kepada Allah Subhanahu wata'aala. Ini pertama dan penting sekali.  
Kemudian tahap kedua adalah mencari solusi,  saat belum ketemu bersabarlah...  Jadikan pengingat masa sekarang,  bahwa semua kejadian itu pasti ada sebab dan akibat,  makanya pikir masak masak dengan matang sebelum melakukan sesuatu,  ingat Allah baca basmallah,  InsyaAllah tidak akan ada penyesalan meskipun belum atau bahkan tidak sesuai yang diharapkan,  karena langkah kita pertama sudah benar menurut pandangan syariat,  menisbatkan atau menghubungkan segala sesuatunya bergantung kepada Sang Pencipta. 
Dari sini kita mulai jelas untuk ke masa depan,  dan di masa sekarang untuk dijadikan sebagai nikmat pada tahapan ketiga yang selanjutnya akan kita bahas pelan² saja....